Intuisi Dalam Diriku


    Perkenalkan nama saya Handoko Bagus Atmaja Pamungkas. Saya adalah mahasiswa baru dari universitas terkemuka di Indonesia, Universitas Brawijaya. Memilih untuk menekuni dunia teknologi saya memantapkan hati untuk memilih Fakultas Ilmu Komputer, prodi Teknik Komputer. Bukan perjalanan yang mudah ketika saya memantapkan hati untuk memilih semua ini, saya juga perlu untuk memahami, menegerti dan menyayangi diri saya sendiri terlebih dahulu sebelum memilih semua ini. Universitas yang ternama dan fakultas yang sangat istimewa ini.

    Kali ini saya ingin berbagi dalam hal mengerti, memahami, menerima, dan menyayangi diri sendiri. Untuk mengetahui itu semua kita tidak bisa hanya melihat langsung ke diri kita sendiri. Kita juga butuh cermin untuk melihat diri kita. Menurut saya cermin itu bisa kita temukan di pergaulan atau aktifitas sosial yang kita jalani. Kita bisa berinstropeksi dan memahami diri kita sendiri ketika kita sedang bergaul atau bersosialisasi. Karena ketika kita bergaul/bersosialisasi akan ada selalu kritik yang mengarah ke diri kita, dengan kritik tersebut kita bisa memahami diri kita sendiri. Tidak hanya juga dengan kritik dari orang lain agar kita bisa memahami diri kita sendiri. Intuitif, ya dengan itu kita bisa berpikir untuk diri sendiri dan pada akhirnya kita akan memahami diri kita sendiri. Ketika kita sudah bisa memahami diri kita sendiri kita juga untuk menerima bagaimana keadaan kita secara pribadi. Tidak salalu yang kita pahami dari diri kita sendiri berbuah sesuai yang diharapkan, tapi kita harus tetap menerima diri kita agar dalam menjalani hidup kita bisa lebih legowo dan pada nantinya kita bisa menyayangi diri kita sendiri. Sayang terhadap diri sendiri, bagi saya itu bagaiamana kita mengapresiasi diri kita sendiri setelah kita paham dan menerima diri sendiri. Yang saya lakukan akhir-akhir ini sebagai wujud saya menyayangi diri sendiri adalah memberikan diri ini untuk dimanjakan dan merenung/merefleksi dalam keadaan sendiri saja tidak perlu orang lain, tidak seperti ketika kita mencari pemahaman. Ketika kita bisa mengapresiasi diri kita sendiri kita akan sayang pada diri kita sendiri. Menyendiri setelah bersosialisasi, itu nampaknya perlu dilakukan sebagai wujud memanjakan diri kita, ketika dalam posisi ini ingat juga hubungan vertikal kita, karena hubungan secara horizontal kita pasti tidak cukup untuk memahami, menerima dan menyayangi setiap pribadi kita. Semua juga perlu diperbincangkan keatas untuk mendapat kedamaian secara spiritual. Tetap pada diri sendiri saja, karena terkadang pribadi lain yang kamu istimewakan pun tetap tidak ingin menjadi diri mereka sendiri. Jalani saja dirimu jadikan setiap pribadi kita istimewa. Dan pada akhirnya ketika kita berhasil memahami, menerima dan menyayangi diri kita sendiri kita juga akan bisa mengenal pribadi lain di sekitar kita dengan baik dan membawa karma baik juga kedalam pribadi kita.

“Mengenal diri sendiri jauh lebih sukar daripada ingin mengetahui kepribadian orang lain. Sebab itu, kenalilah dirimu sebelum mengenal pribadi orang lain.” (Buya Hamka)


   
    Sekian berbagi pengalaman dari saya. Mungkin setiap pribadi berbeda dan punya cara masing-masing untuk memahami, menerima dan menyayangi diri kita sendiri. Tapi saya berusaha untuk yakin dengan banyak pendapat dari orang lain kalian bisa mengerti banyak hal dan merangkumnya untuk hal yang lebih baik lagi. Akhir kata, tetap jadi diri sendiri. Tetap pahami, menerima, dan menyayangi diri kita sendiri dan menangkan alur kehidupan ini.
 

“Kenalilah diri Anda, maka Anda akan memenangkan semua pertempuran.” (Lao-Tzu)

 
 
 
 

  

 

 

 

  

 

Komentar

Postingan Populer